Newsflash

Jakarta (Pinmas)--Penyelenggaraan ibadah haji Indonesia menjadi rujukan oleh negara lain. Buktinya, banyak negara yang ingin bertukar pengalaman dengan Indonesia dalam hal penyelenggaraan haji.

Hal itu diungkapkan Menteri Agama Suryadharma Ali kepada sejumlah wartawan di Jakarta, Rabu (2/2). "Kita senang sekali dipercaya dan ini adalah suatu kebanggaan bagi bangsa."

Salah satu negara yang memuji penyelenggaraan haji Indonesia adalah Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi menilai, pelaksanaan ibadah haji Indonesia sangat bagus. Mobilisasi jamaah bisa dilakukan secara tertib. Selain itu, sikap jamaah Indonesia juga dinilai sopan.

Saat ini, kata Menag, negara yang telah bertukar pengalaman dengan Indonesia dalam urusan haji adalah Rusia. Dalam waktu dekat, sejumlah negara lain yakni Aljazair, Cina, Vietnam, Turki, Iran, dan Senegal segera menyusul.

Prestasi ini, menurut Menag, akan terus ditingkatkan. Pemerintah pun berkomitmen meningkatkan kinerja pera pelaksana dan petugas haji. Dengan peningkatan itu diharapkan, kualitas pelayanan dalam penyelenggaraan ibadah haji semakin baik.
"Kita akan bentuk tim yang khusus menangani studi banding itu," kata dia.

Jalin Kerja Sama

Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Ghafur Djawahir mengungkapkan, selama ini Indonesia menjalin kerja sama, dalam arti bertukar informasi dan berbagi pengalaman seputar penyelenggaraan ibadah haji dengan negara-negara yang tergabung dalam Mabims (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Selain soal penyelenggaraan haji, Mabims juga bekerja sama dalam hal lain seperti pemberdayaan zakat dan pendidikan.

Dikatakan Ghafur, penyelenggaraan haji Indonesia dinilai unggul lantaran kemampuan memobilisasi massa yang berjumlah 211 ribu jamaah dalam waktu singkat. Padahal, jika dibandingkan dengan pengerahan militer dalam jumlah serupa, misalnya, butuh waktu dan tenaga profesional yang banyak.

"Pengiriman militer, per 10 ribu tentara minimal satu mayor jenderal, tinggal kalikan saja berapa mayor jenderal yang dibutuhkan untuk jumlah yang sama dengan jamaah haji Indonesia," kata dia

Guna lebih meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji, lanjut Ghafur, pemerintah berkaca pada kesuksesan negara lain dalam beberapa hal utama. Dalam pengelolaan dana haji, contohnya, Indonesia menilai Malaysia lebih unggul dengan sistem wakaf investasi. Untuk konteks Indonesia sistem serupa bisa dilakukan asalkan ada regulasi yang mengatur. Karena itu, regulasi pengelolaan dana haji sedang dirumuskan di badan legislatif.

Dalam hal kedisiplinan, jamaah haji asal Turki dianggap mempunyai tingkat kedisiplinan tinggi.(rep/nashih)

 
powered_by.png, 1 kB
Halaman Utama arrow Kantor Diva Mabruro

Warning: Parameter 3 to showItem() expected to be a reference, value given in /home/mabruro/public_html/includes/Cache/Lite/Function.php on line 100
© 2014 Mabruro Group